Senin, 26 Desember 2011

Touring to Garut


beberapa waktu lalu gw ikutan sebuah touring yang diadakan Freed For Fun Community alias F3C..well, ini adalah touring kedua dalam selama 1 tahun gw kerja di sebuah media online. untuk kali ini, lebih terasa touringnya dibanding yang pertama. kenapa? mmh, mungkin jarak yang lebih jauh dan media yang hadir semuanya nginep. jadi gw gak merasa tersisihlah.
salah satu yang paling menarik adalah adalah ada seorang wartawan senior yang hadir. beliau merupakan wartawan dari London TV, sebuah televisi yang berpusat di kota London (iyalah, klo pusatnya di Istambul pasti namanya Istambul TV) usianya? klo gak salah 63 tahun. sebuah usia yang pastinya aneh untuk masih bekerja. hebatnya lagi, dia one man news team. orang gila th dia.
well, soal touringnya, gw turing ke garut. perjalanan semua lancar sampai akhirnya ada beberapa acara yang harus di cancel karena beberapa hal. alhasil gw juga harus ngubah beberapa liputan. tapi alhamdulillah semua berhasil dikerjakan dengan baik. ini juga merupakan kunjungan pertama gw ke garut. dan ini merupakan kota yang sangat bagus dengan pegunungan yang berkeliling disekitar. jalanannya juga udah alus walo berliku liku.
Garut terkenal dengan dodol dan hasil tekstilnya. dan gw dapet sarung tangan kulit gratis dari toko yang gw liput. hahaha, paten kan? hemmm…well, ini foto2nya…enjoy


























































































































Kamis, 15 Desember 2011

Menulis Sesuatu Yang Berbeda Adalah Tantangan Tersendiri


Pernah gak kepikiran untuk menulis didunia yang tidak biasa kamu lakoni? Beberapa hari ini aku melaluinya. Adalah lucu saat aku liputan mengenai sebuah launching bola sepak, lomba DJ dan yang terakhir, mengenai seorang gitaris yang membuat film. Sebuah pengalaman baru yang buatku agak sedikit lucu.
Pas launching bola, wartawan semuanya mengenakan pakaian sport yang pastinya keren keren. Walau tidak sedikit yang hanya mengenakan kaos belel ala wartawan pada umumnya. Yang bikin minder adalah pengetahuan mereka mengenai olah raga yang bisa dibilang diatas rata-rata. Tapi itu belum semua. Yang paling bikin gak enak hati adalah saat aku harus wawancara seorang manager produsen bola
“Saya *** dari B******l.***” sambil ajak salaman. dan dia mukanya langsung heran, takjub dan bingung. Kemudian dia baru bilang
“oke…tapi kok keluar konteks ya?” hahaha….
Lain lagi pas gw liput lomba DJ. Dia lebih welcome. Knp? Well, itu karena dia adalah klien. Jadi lebih enak lah wawancaranya. Semua berlangsung lancer sampe dia nawarin minum
“lo tuker aja invitationnya sama minuman” tawarnya.
“ini alcohol?” Tanya gw
“iyalah”
“gw gak minum alcohol”
Dia diem, cengok dengan mulut nganga
“serius lo? Trus lo minum apaan klo gak minum alcohol disini?”
Nah, pengalaman terakhir adalah menjadi wartawan infotaiment. Sumpah ye, capek nunggunya. Cuma buat wawancara artis doang padahal. Nunggu 1,5 jam, tapi wawancara Cuma 5 menit. Wkwkkwkwk…artisnya cukup welcome karena gw adalah undangan dari sebuah ATPM…jadi msh enaklah nanya-nanya. Tapi yang jadi permasalahan adalah, dia sepertinya lbih suka ditanya mengenai filmnya dibanding dengan ATPM yang kudu gw tulis.
Pengalaman didunia baru sebenarnya menarik, tapi klo lo tanpa persiapan, emang jadi kesulitan tersendiri..mudah mudahan kedepannya gw bisa jadi lebih baik. amin

Piyu: Sakit Hati Bukan Alasan Untuk Bunuh Diri


Ada yang lain dengan Blitz Megaplex pada tanggal 14 Desember kemarin. studio bisokop yang biasanya digunakan untuk nonton film ini disulap menjadi sebuah tontonan menarik dari aksi Piyu dan rekan rekannya. gitaris kondang yang melejit bersama Padi ini rupanya merilis film pendek pertamanya yang berjudul 'Sakit Hati' yang merupakan visualisasi dari single terbarunya yang berjudul sama.

"yang menjadikan film ini berbeda adalah, kebanyakan lagu terinspirasi dari film. namun kali ini berbeda. kali ini justru filmlah yang menjadi visualisasi dari lagu yang dibuat" ungkap Piyu saat konferensi pers berlangsung. lho? apa bedanya dengan video klip yang juga merupakan visualisasi dari sebuah lagu? Piyu pun memberikan komentar yang cukup tegas "jika video klip, itu hanya sebentar, hanya 3-4 menit. kadang pemirsa justru tidak mengerti jalan cerita dari video klipnya. nah, di film pendek ini justru akan memudahkan pemirsa untuk memvisualisasikan lagu tersebut" ungkapnya.

film ini menceritakan mengenai sepasang kekasih bernama Gery dan Lisa. mereka menjalin kasih sejak SMA. namun kemesraan ini mereka berubah tatkala mereka melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Lisa berubah dan mulai masuk kedalam kehidupan malam. sangat kontras jika dibandingkan dengan Gery yang bekerja susah payah disebuah bengkel kecil. kerenggangan memuncak saat akhirnya Gery memergoki Lisa berselingkuh dengan lelaki lain. saat Gery meminta penjelasan, Lisa justru mengusirnya.

ditengah kesedihan yang melanda, Gery akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang musisi dengan mengandalkan lagu ciptaannya yang berjudul 'sakit hati'. ia pun menjadi sukses dan terkenal. Lisa yang melihat perubahan Gery pun akhirnya memohon agar Gery kembali bersamanya. namun permintaannya ditolak.



sayang, dalam film ini Piyu hanya muncul beberapa kali. bahkan jangan menunggu Piyu berkata, ia bahkan tidak mendapat dialog "disini saya memang berperan sebagi guardian angel. jadi seperti malaikat pelindung dari Gery. hanya Gery yang dapat melihat saya. nah, fungsi dari guardian angel ini adalah ia menjaga agar Gery tidak kehilangan jalur dalam hidupnya" ungkapnya

lantas pesan apa yang ingin disampaikan dalam film ini? Piyu pun menjawab dengan gamblang "sakit hati tidak boleh menjadi alasan untuk jatuh ke narkoba, bunuh diri dan hal hal negatif lainnya. namun harus dijadikan sebagai pemicu untuk terus bekerja dan berkarya" ujarnya optimis



visualisasi dalam bentuk film ini rupanya tidak hanya berhenti pada film pendek ini saja "dalam film ini, kami tidak hanya memperkenalkan lagu 'sakit hati' saja, namun juga beberapa lagu lainya. nah dari lahu lagu tersebut akan kami buatkan film pendeknya juga, lalu nanti akan kami gabungkan dengan yang lain, sehingga tercipta sebuah film panjang yang utuh" tambahnya.



yang unik dari launching ini adalah, munculnya beberapa penyanyi yang ikut terlibat dalam pembuatan albumnya. tak ayal studio pun berubah bak konser seadanya "enaknya dari mengeluarkan album sendiri adalah kita bisa ambil point of view yang lebih luas. jika di band saya hanya terpaku pada sudut pandang laki laki, di album ini saya bekerjasama dengan penyanyi wanita yang memberikan sudut pandang yang berbeda" tutupnya.