Tampilkan postingan dengan label kuningan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuningan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juli 2012

Kenali Mobilmu Sebelum Mengendarainya


Sebagai seorang wartawan mobil, seharusnya lo tahu, segala seluk beluk mobil. Gak detail, tapi secara umum, juga secara sederhana. Mulai dari penampilannya, alirannya, modelnya, jenis mesinnya dan lain-lain. Hal ini juga berlaku untuk mengemudikannya. Yups, adalah sebuah nilai tambah kalau lo bisa mengemudi mobil. Meski gak terlalu jago, tapi inilah nilai tambah yang gw miliki.

Karena kelebihan itu pulalah gw juga sering jadi sopir. nah kali ini, gw mengemudi mobil Avanza Veloz yang dipinjem ke ATPM. Avanza Veloz adalah varian tertinggi dari All New Avanza. Jenisnya, tentu saja matic, jenis mobil yang gak terlalu gw kuasain. Well, gw lebih jago manual. Tapi karena kantor gw mau bikin acara, terpaksalah gw yang turun.



Gw konvoi sama kedua bos gw yang bawa Kia Sportage dan Honda Jazz RS. Gw mimpin didepan bersama Cindy dan Duma. Pas masuk mobil, gw ngepasin tenpat duduk dan kaki kiri gw reflex ke posisi tuas kopling harusnya berada.

“eh, lho? Mana koplingnya?” Tanya gw bingung.
“kan matic Adiii” ujar cindy ngingetin
“oh iya” nyengir kuda

Perseneling gw masukin ke D dengan melihat. Iyah, dengan melihat, bukan dengan hapalan yang biasa gw lakukan klo dengan mobil manual. Gw gak apal persnelingnya. Rem tangan gw lepas, rem kaki juga gw lepas. Kaki kanan belom nyentuh tuas gas, eh mobil dah nyentak maju. Kampret. Kagetlah gw. Tapi perjalanan baru dimulai.

Ditengah perjalanan gw mulai dapet somasi dari penumpang
“gw takut Di, klo lo yang nyetir. Sumpah ini deg-degan gw” ucap Cindy
“kenapa takutnya? Mending manual yah?” Tanya gw.
“iya. Kalo manual mah gw malah tidur. Ini lo keliatan banget tegangnya. Posisinya keliatan gak nyaman” jawab dia
Duma pun nimpalin “Iya, lo ngegasnya juga gak enak. Tahu ngeeeng aja” ujar dia.

Haha, sial. Lagian siapa suruh ikut gw? :p

Tapi rupanya kebodohan tidak berhenti disitu kawan. Pas sampai lokasi yaitu Ritz Carlton Kuningan, gw harus melalu penjagaan yang cukup ketat. Apa aja? Yaitu lo harus buka pintu lo dan kap mobilnya. Inilah 
yang menjadi bencana.

Satpam : malam pak, bisa buka dulu pintunya?
Gw : oh bisa pak
Gw reflex liat dimana tungkai kunci berada. Diem. Kok mulus yah? Kok gak ada kuncinya? Panik. “Woy, koncinya dimane?”
“Itu disitu” Cindy nunjuk-nunjuk pintu
“mana?” Tanya gw sambil ngelus ngelus pintu dan pantat
“itu dibukaan pintu”
“mana?” makin bego. Gw pun ngelus2 lembut bukaan pintu. Dan ternyata, ADA!! Kampret. Warnanya sewarna, jadi nyaru banget warnanya. Hhmmm… pantes aja gw gak liat (bela diri). Pas pintu dibuka,satpam periksa dan minta gw buka kap mesin. Gw pun kelimpungan. GW GAK TAU DIMANA TUASNYAAAA!!!! Muka si satpam kayaknya dah pengen bunuh gw. Dia pun nunjuk tuas di bawah setir dan nyuruh gw tarik. Rrr…. So stupid lah.

Sebenarnya dulu gw juga pernah mendapatkan pengalaman serupa dengan mobil Peugeot RCZ. Tapi itu masih wajarlah yah, kan mobil sport. Jarang pula di jalan. Lha ini, udah mobil sejuta umat, masa gw gak bisa juga? Ck.. so stupidlah. Ya lain kali buat yang mau nyetir, pastiin ya lo kenal sama mobilnya. Jangan kayak gw… hoho… that all. Have a great day guys

Minggu, 22 Mei 2011

Pengelolaan Parkir Yang Sangat Buruk

hari saya tertipu dengan perparkiran Jakarta. bagaimana tidak. saya harus bayar parkir hingga 2 kali tanpa ada karcis parkir resmi dari pengelola parkir. hal ini berawal dari perintah atasan saya untuk meliput acara Automax di Epicentrum. saya lantas menitipkan motor saya di dekat Epicentrum. yah,wilayahnya Bakrie Tower, Pasar Festival dan Epicentrum.

memang parkiran itu tidak jelas milik gedung yang mana. saya juga tidak peduli. tetapi karena itu dikelola oleh secure parking saya rasa ini cukup terjamin. tetapi yang aneh adalah saat saya masuk parkiran, tidak ada orang dalam box dan juga tidak ada mesin tiket otomatis. jadi saya main masuk saja atas arahan security. setelah saya parkir saya diminta untuk membayar Rp. 3000 katanya dibayar dimuka. saya kasih dan minta karcis parkir. tapi kata dia, tidak ada karcis parkir. aneh, tetapi ya mungkin managementnya berbeda. saya pikir demikian.

saat pulang, petugas secure parking menunggu didepan. ngecek STNK dan
"dari jam berapa parkirnya?"
"sore"
"oh, 5000 kalo gt pak"
"lho?kan tadi saya sudah bayar"
"kmn pak?"
"securitynya"
"oh, mungkin itu securitynya yang lancang. disini yang berwenang secure parking"

bego yah? klo berwenang knp gak ada karcis dari awal?enak amat...saya gak mempermasalhkan uangnya. yah itung itung amal. tapi merasa tertipunya itu yang gak enak. mohon secure parking memperbaiki kualitasnya. nama secure tapi kok gak ada secure securenya?gak jelas kita harus bayar kesiapa. kita Insya Allah bayar kok. kan emang kewajiban. tapi sebanding dong sama pelayanan.

jadi perhatian bagi seluruh pengendara, waspalah terhadap penipuan macam ini. bukan uangnya, tapi sakit hatinya yang mahaaaaaal banget. jujur saya saja masih sakit hati menulis ini. bagi pihak yang merasa dirugikan, saya mohon maaf. saya hanya menulis apa adanya sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan dan mohon dikelola lagi dengan lebih baik. karena bagaimana pun, daerah sana padat bisnis. jadi jangan sampai ini merugikan bangsa kedepannya. terima kasih.