Tampilkan postingan dengan label Car Free Day Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Car Free Day Jakarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Januari 2013

Car Free Night - Suka Dukanya Tahun Baru Di Luar Rumah


Yak, ini adalah postingan pertama aku di tahun 2013. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat tahun baru 2013. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin. Eh? Itu Lebaran ya? yah, gak apa-apalah ya… sesekali :p

Tahun baruan pada kemana? Kalo aku ke Car Free Night sama Mega. Untuk kesini, kami cukup melakukan berbagai persiapan. Karena kami yakin dengan sungguh-sungguh kalau kondisinya pasti penuh banget.  Kami pun memutuskan untuk berangkat awal, yaitu pukul 5 sore. Kami tiba di Grand Indonesia sekitar pukul 6 sore.

Sampe sana langsung sholat Magrib dan ambil tiket bioskop yang udah dibeli 1 hari sebelumnya. Kami nonton ‘Cinta Tapi Beda’ sampe sekitar pukul 21.15. keluar bioskop langsung sholat. Setelah sholat kami berencana beli makanan, namun sayang semua udah tutup. Yang buka tinggal Starbucks dan Burger King. Namun bukannya langsung mesen, kami malah keliling mal dulu. Inilah awal dari malapetaka yang terjadi.
Cuma 15 menitanlah kami jalan-jalan dan menemukan Pizza Hut masih buka, lalu kembali ke Burger King. Dan ternyata, restoran fast food itu UDAH TUTUP AJA GITU. kita gak boleh antri, antrian sudah ditutup. Sial sekali. Huks huks huks. 

Akhirnya kami ujan-ujanan ke Seven Eleven yang ada dibelakang GI. Disana pun antriannya parah. Mengular banget. khususnya ke WC. 

“Abis ini mau kemana?” Tanya Mega
“Ke Bundarannya” jawab aku. Jawaban inilah yang menjadi puncak kebodohan aku di hari tersebut.



Seharusnya kita melihat Bundaran HI dari jauh, tapi ini kita malah jalan ke Bundarannya. Padahal disana penuh banget. Terlalu padat. Banyak banget pedagangnya juga mereka enteng aja dagang dan masak. aku malah takut sama api dan minyaknya. Ada juga beberapa sepeda yang diparkir sembarangan rubuh.

Sampe akhirnya kita stak yang bener-bener gak bisa jalan. Akhirnya kami memutuskan untuk stay aja disana, sampe acara puncak dilangsungkan.Konsernya gimana? Lupakan! Gak keliatan apa-apa. Aku Cuma liat kepala dan Mega hanya melihat punggung. Disaat seperti itu, ada ambulance yang berusaha menerobos jalan, namun, tidak bisa saking padatnya orang yang berkerumun





Jam 12 pun tiba. Aku kira sih kita bakal countdown gitu ya rame-rame tapi ternyata TIDAK!! Tahu2 rame ama petasan. kembang apinya juga ternyata gak seheboh yang aku duga, walau tetap seru. Khususnya kembang api air mancur yang di bunderannya. Itu oke. Saking hebohnya, ada kembang api yang nembak ke patung. Sedangkan JakMania nyalain kembang api penanda yang warnanya merah pekat. Masya Allah asepnya kemana-mana.









Sekitar 15-20 menit kemudian, aku perhatiin jalannya agak lengang. Akupun langsung ajak Mega buat balik ke GI. Namun ternyata, itu adalah keputusan yang amat sangat salah. Kami kejepit ditengah-tengah massa. Gak bisa keluar. Dorong-dorongan. Meski suasana hujan dan di lokasi terbuka, namun rasanya sesak, pengap rasanya gak ada oksigen. Mega sampe jinjit-jinjit supaya bisa napas.

Ancur banget suasananya. Semuanya gak mau sabar dan dorong-dorongan. Sialnya lagi, masih ada pedagang yang menghambat jalan. Untuk dari lokasi kami yang dideket bundaran HI ke kempenskinya (yang cuma nyebrang jalan doang itu) kami butuh waktu sampe 1 jam. GOD!!! Kami gak kuat dan akhirnya memutuskan untuk lompatin pager Kempenski. Tinggi, lumayan. Alhamdulillah Mega dibantuin sama polisi. Giliran aku, gak dibantuin… susah padahal… mungkin ada kali yah 150 cm.



Pas aku berusaha buat loncat, sebelah aku malah dilarang. Makin buru-buru lah aku buat manjat. Ada sih yang bantu dengan dorong pantat aku dari belakang. Entah siapa, terima kasih atas bantuannya. Dan Alhamdulillah bisa.

Setelah mendarat, aku lihat sekeliling. Suasana emang kacau. Saking kacaunya, ada beberapa yang berpelukan saking bersyukurnya mereka selamat. Ada juga yang tiduran karena kecapean. Sayangnya adalah, kebanyakan mereka yang ada disana adalah anak-anak. Teriakan “TOLONGIN ANAK SAYA!!” “ANAK-ANAK DULUIN!!” sampe “BANTUIN ITU YANG IBU-IBUNYA!!”  membahana disana sini. Dan yang cowok, ternyata gak boleh masuk. Lokasiku saat itu, adalah lokasi evakuasi.

“Tadi Polisinya nanya ‘Siapa tadi yang bantu, suaminya ya?’ terus aku jawab aja iya, biar kamu bisa masuk” ujar Mega cerita. Alhamdulillah banget jawabannya tepat. Coba kalo jawabnya ‘pacar saya’ pasti aku gak bakal boleh masuk. Setelah ambil napas, aku baru sadar kalau di hotel tersebut ngadain acara yang cukup wah dengan DJ-DJ yang lagi main. Ironis, di tempat evakuasi dimana kami kelelahan, ada mereka yang tenang-tengan menikmati music. Namun, aku sadar, disini adalah tempat dimana uang berbicara.

Kami pun akhirnya istirahat sampe jam 2an. Yang duduk di sebelah aku, baweeel banget. Au dah kerjaannya ngeluuuh mulu. Minta cariin taksilah, angkotlah, ojeklah sama temennya. Nyeeh… mana ada juga adegan bak sinetron yang ceweknya ditinggal si cowok. Dan dia treak-treak sambil narik-narik cowoknya. haha...

mungkin tahu acaranya kayak begini, kalian mikir aku kapok? well, aku sih gak terlalu kapok yah. aku malah masih mau kok kesana lagi kalo bisa. cuma yang pasti, dengan persiapan yang matang. sebenarnya, tahun baru di luar itu menyenangkan asal kita mau menerima resikonya. tapi kalo dirumah, kita juga bisa nonton film yang bagus-bagus kan? hehee

eniwei, itu aja dulu. sekali lagi saya mengucapkan selamat tahun baru 2013. semoga kita bisa menjadi lebih baik lagi. amin

Minggu, 24 Juni 2012

Enjoy Jakarta - Car Free Day

pernah ke Car Free Day? ini adalah Car Free Day kedua gw, yang gw ingwt. FYI, Car Free Day sekarang dilaksanakan tiap minggu dengan kondisi jalan yang udah lebih steril setelah jalur lambat pun di tutup juga. dan hari ini, gw berhasil menyambanginya. berawal dari keajaiban yang terjadi di pagi hari, yaitu bisa bangun pagi, gw dengan laknatnya langung boker dan mandi bebek. buru-buru biar jam setengah 7 dah bisa jalan.

perjalanan pagi memang menyenangkan, karena jalannya masih lancar dan tanpa polusi. sepanjang perjalanan juga banyak yang seliweran para pengguna sepeda yang menuju ke Bundaran HI, lokasi yang sama dengan gw. kenapa sih milih Bundaran HI? well karena menurut gw, HI memang pusat keributan saat Car Free Day. viewnya lebih bagus dengan air mancur Bundaran HI yang dinyalain dan parkirnya juga gampang.



sampai disana, kondisi memang nyaris tanpa kendaraan bermotor kecuali busway dan ambulance. pengguna jalan rata rata adalah para pengguna sepeda mulai dari sepeda tua sampai sepeda yang agak sulit ditemukan seperti low rider. gak sedikit diantara mereka yang gw lihat menggunakan sepeda yang unik kayak sambil agak tiduran, atau yang ada gerobak dibelakangnya buat anak-anak mereka. namun ada juga yang ngajarin anak-anak mereka belajar naik sepeda.





udara juga terasa lebih bersih dibandingkan dengan biasanya. biasanya tuh pengap ma asep knalpot, tapi kali ini dengan tidak adanya kendaraan, udara di jalan MH. Thamrin terasa sangat-sangat sejuk. apalagi masih pagi, jadi makin oke.

apakah ini tempat yang sangat direkomendasikan untuk olah raga? mungkin jawabannya adalah tidak. namun kalau pertanyaannya diganti jadi apakah ini tempat yang direkomendasikan untuk wisata murah? jawabannya jelas 'IYA'.

berminat? klo gw, gw masih berminat